Produk

Minggu, 10 Maret 2019

TEORI PERKEMBANGAN REMAJA


1.    Teori Ekologi Bronfenbrenner
Teori Ekologi Bronfenbrenner :fokus utamanya adalah pada konteks sosial di mana anak tinggal dan orang-orang yang memengaruhi perkembangan anak.Teori Ekologis Bronfenbrenner, berusaha menjelaskan bagaimana system lingkungan memengaruhi perkembangan anak-anak. Bronfenbrenner mendeskripsikan lima system lingkungan yang mencakup input mikro dan makro :mikrosistem, mesosistem, eksosistem, makrosistem, dan kronosistem.
a.       Sebuah mikrosistem adalah setting dimana individu menghabiskan banyak waktu. Beberapa konteks dalam sistem ini antara lain adalah keluarga, teman sebaya, sekolah, dan tetangga. Dalam mikrosistem ini, individu berinteraksi langsung dengan orang tua, guru, teman seusia, dan orang lain. Manurut Bronfenbrenner, murid bukan penerima pengalaman secara pasif di dalam setting ini, tetapi murid adalah orang yang berinteraksi secara timbal balik dengan orang lain dan membantu mengkonstruksi setting tersebut.
b.      Sebuah mesosistem adalah kaitan antar-mikrosistem. Contoh adalah hubungan antara pengalaman dalam keluarga dengan pengalaman di sekolah, dan antara keluarga dan teman sebaya.
c.       Eksosistem (exosystem) terjadi ketika pengalaman di setting lain (dimana murid tidak berperan aktif) memengaruhi pengalaman murid dan guru dalam konteks mereka sendiri.
d.      Makrosistem adalah kultur yang lebih luas meliputi kebudayaan dimana individu hidup. Kita ketahui bahwa kebudayaan mengacu pada pola prilaku, keyakinan, dan semua produk lain dari sekelompok manusia yang diteruskan dari generasi ke generasi.. Kultur adalah istilah luas yang mencakup peran etnis dan faktor sosioekonomi dalam perkembangan anak. Kultur adalah konteks terluas di man amurid dan guru tinggal, termasuk nilai dan adat istiadat masyarakat.
e.       Kronosistem adalah kondisi sosiihistoris dari perkembangan anak. meliputi pemolaan peristiwa-peristiwa sepanjang rangkaian kehidupan dan keadaan sosiohistoris. Misal, dalam mempelajari dampak perceraian terhadap anak-anak, para peneliti menemukan bahwa dampak negatif sering memuncak pada tahun pertama setelah percaraian. Atau dengan mempertimbangkan keadaan sosiohistoris, dewasa ini, kaum perempuan tampaknya sangat didorong untuk meniti karier dibanding pada 20 atau 30 tahun lalu.
Marilahkitaeksplorasitigakonteksdimanaanak-anakmenghabiskanbanyakwaktumereka :keluarga, temansebaya, sekolah.
Sub Keluarga :Pada teori ini tidak dapat dipungkiri bahwa yang paling mempengaruhi adalah yang ranah interaksinya sangat berdekatan yaitu diantaranya keluarga.Faktor keluarga sangat berpengaruh terhadap timbulnya kenakalan remaja. Kurangnya dukungan, perhatian, penerapan disiplin yang salah atau tidak efektif seperti penerapan disiplin yang terlalu mengekang atau otoriter maupun terlalu bebas atau permisif, terlebih lagi kurangnya kasih sayang, adalah merupakan faktor-faktor yang diduga bisa menjadi pemicu timbulnya kenakalan remaja. Perselisihan dan stres yang dialami keluarga erat pula hubungannya dengan kenakalan remaja.Beberapa hal yang bisa ditimbulkan keluarga berkaitan dengan pemicu kenakalan remaja misalnya adalah keluarga yang broken home. Masa remaja yang cenderung dengan masa kritis dimana merupakan masa peralihan menuju dewasa, pada masa tersebut merupakan proses perkembangan yang cukup membingungkan bagi seorang remaja.Dalamteoriini, hubunganantarakeluargadansekolahmerupakanmesosistem yang penting. 
Sub Teman Sebaya :Teman sebaya memiliki peran yang sangatpenting bagi perkembangan anak khususnya remaja baik secara emosional maupun secara sosial. Bronfenbrenner, menyatakan bahwakelompok teman sebaya merupakan sumber afeksi, simpati, pemahaman, danpanduan moral, tempat bereksperimen, dan setting untuk mendapatkan otonomidan independensi dari orang tua.Dalamsebuahstudi, hubungantemansebaya yang burukpada masa kanak-kanakberhubungandengandikeluarkannyasianakdarisekolahdanperilakuburukselama masa remaja. Robinson jugamengemukakan bahwa keterlibatan remaja dengan teman sebayanya, selainmenjadi sumber dukungan emosional yang penting sepanjang transisi masaremaja, juga sekaligus dapat menjadi sumber tekanan bagi remaja. Artinya, kekuatankelompok sebaya dapat membentukkarakter anak. Para ahliperkembangantelahmenemukan lima jenis status sebaya, yaituanak popular, anakbiasa, anak yang terabaikan, anak yang ditolakdananak yang kontroversial.Memilikipersahabatan yang dikendalikankonflikdanpaksaanbukanlahsuatukeuntungandalamperkembangan, karenaremaja yang bertemandenganseseorang yang beberapatahunlebihtuadarinyabiasanyamemilikibanyakperilakumenyimpang. Teoriinikurangmemperhatikan factor biologisdankognitif.
2.    Teori Perkembangan Rentang Kehidupan Erikson
Erik Erikson berpendapat bahwa isu yang paling penting dalam masa remaja melibatkan perkembangan identitas, mencari jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan seperti ini :Siapakah aku? Siapakah diriku seutuhnya? Apa yang akan kulakukan dengan hidupku?
Seperti Freud, Erikson yakin bahwa meskipun dorongan biologis memiliki arti penting, namun tekanan sosial dan kekuatan lingkungan memiliki dampak yang lebih besar. Pengamatan terperinci atas kekuatan-kekuatan seperti ini dalam kehidupan individu akan memperlihatkan apa yang oleh Erikson disebut psikohistori yakni riwayat kejadian-kejadian sosial yang berinteraksi dengan proses-proses biologis sehingga menghasilkan perilaku. Teknik yang banyak dihubungkan oleh Erikson adalah menghubungkan antara pengalaman masa lalu individu dengan perilaku mereka sekarang sebagai upaya untuk memahami faktor-faktor motivasi, hasil-hasil perilaku, dan kebutuhan-kebutuhan individu pada masa berikutnya.
Strategi Mendidik Anak Menurut Teori Erikson
a)      Mendorong insiatif dalam diri anak-anak.anak-anak pada program pendidikan pra sekolah dan masa kanak-kanak awal harus diberi banyak kebebasan untuk mengeksplorasi dunia mereka.mereka harus diijinkan untuk memilih beberapa aktifitas di mana mereka akan terlibat dan dan diberi materi yang menarik untuk merangsang imajinasi mereka.anak-anak pada tingakatan ini senang bermain.bermain tidak hanya memberi manfaat untuk perkembang sosial emosional mereka tetapi juga mearupakan media yang penting untuk pertumbuhan kognitif mereka.
b)      Mendorong anak-anak sekolah dasar untuk lebih rajin. Para guru mempunyai tanggung jawab khusus untuk mendorong anak-anak lebih rajin. Erikson berharap guru-guru dapat memberi susasana yang mebuat anak-anak bergairah untuk belajar.
c)      Menstimulasi eksplorasi identitas pada masa remaja. Kenali bahwa identitas siswa itu bersifat multi dimensional. Aspek-aspek mencangkup tujuan pendidikan, perestasi intelektual, serta minat dan hobi olah raga, musik dan bidang-bidang lain.mintalah para remaja untuk menulis esay tentang aspek-aspek tersebut, mengeksplorasi siapa diri mereka, dan apa yang mereka ingin mereka lakukan dalam hidup mereka.dorongah para remaja untuk berpikir secara independend dengan bebas mengungkapkan pandangan mereka.
d)     Periksalah hidup anda sebagai guru melalui lensa delapan tahapan Erikson. Sebagai contoh, anda mungkin berada pada usia dimana Erikson mengatakan bahwa isu yang paling penting adalah identitas versus kebingungan identitas. Sebuah aspek penting dari perkembangan bagi orang dewasa awal adalah memiliki hubungan yang positif dan akrab dengan orang lain.
e)      Manfaatkan karakteristik dan beberapa tahapan Erikson yang lain. Guru-guru yang kompeten, dapat dipercaya, menunjukan inisiatif, rajin dan menunjukan penguasaan, serta termotivasi untuk mengontribusikan sesuatu yang berarti untuk generasi berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang Manusia dan Impian

Tentang Manusia dan Impian Manusia pada dasarnya dilahirkan dari impian orang tuanya untuk mempunyai anak, dan  setelah itu dibesarkan...