PENDIDIKAN KARAKTER
Yoga Abi Zakaria
NIM. 160131600463
Universitas Negeri
Malang
ABSTRAK: Pendidikan
karakter merupakan suatu hal yang amat penting bagi kemajuan bangsa karena
dengan pendidikan karakter diharapkan generasi penerus akan menjadi generasi yang
lebih baik dari generasi selanjutnya, Menurut
D.Yahya Khan dalam Asmani (2011:30), Pendidikan karakter mengajarkan kebiasaan
cara berpikir dan berperilaku yang membantu individu untuk hidup dan bekerja
sama sebagai keluarga, masyarakat dan bangsa, serta membantu orang lain untuk
membuat keputusan yang dapat di pertanggungjawabkan. Dengan kata lain,
Pendidikan karakter mengajarkan anak didik berpikir cerdas, mengaktivasi otak
tengah secara alamiah. tanpa pendidikan
karakter, bangsa kita hanyalah menjadi bangsa yang lemah dan takut terhadap
bangsa lain, kalah bersaing dengan negara lain, sehingga bangsa kita menjadi
bangsa yang tetap terbelakang.
Kata Kunci: pendidikan
karakter, karakter yang baik, pendidikan karakter di sekolah
BAHASAN
Hakikat
Pendidikan Karakter
Karakter merupakan titian
ilmu pengetahuan dan keterampilan pengetahuan tanpa kesadaran diri akan
menghancurkan. Karakter bukan sekedar penampilan lahiriah, melainkan
mengungkapkan secara implisit hal-hal yang tersembunyi. Karakter yang baik
mencakup pengertian, kepedulian dan tindakan berdasarkan nilai-nilai etika,
serta meliputi aspek kognitif, emosional, dan perilaku dari kehidupan moral.
Menurut D.Yahya Khan dalam
Asmani (2011:30), Pendidikan karakter mengajarkan kebiasaan cara berpikir dan
berperilaku yang membantu individu untuk hidup dan bekerja sama sebagai
keluarga, masyarakat dan bangsa, serta membantu orang lain untuk membuat
keputusan yang dapat di pertanggungjawaban. Dengan kata lain, Pendidikan
karakter mengajarkan anak didik berpikir cerdas, mengaktivasi otak tengah
secara alamiah.
Lebih lanjut, Pendidikan
karakter adalah segala sesuatu yang dilakukuan oleh guru untuk mempengaruhi
karakter peserta didik. Guru membantu membentuk watak peserta didik dengan cara
memberikan keteladanan, cara berbicara atau menyampaikan materai yang baik, toleransi,
dan berbagai hal yang terkait lainnya.
Penetapan Pendidikan
Karakter di Sekolah
Dalam
pembelajaran dikenal tiga istilah, yaitu pendekatan metode dan teknik
pembelajaran. Pendekatan pembelajaran bersifat lebih umum, dan berkaitan dengan
seperangkat asumsi berkenaan dengan hakikat pembelajaran. Metode
pembelajaran
merupakan rencana menyeluruh tentang penyajian materi ajar secara sistematis dan berdasarkan.
Teknik pembelajaran adalah kegiatan spesifik yang di implementasikan dalam kelas
atau laboratorium sesuai dengan pendekatan dan metode lebih dengan demikian
dapat ditegaskan bahwa pendekatan lebih aksiomotor, metode bersifat prosedural
dan teknik bersifat aperasional (Majid 2005). Meskipun demikian beberapa para
ahli dan praktisi seringkali tidak membedakan kettiga istilah
tersebut secara tegas. Seringkali mereka menggunakan ketiga istilah tersebut dengan pengertian yang sama.
Pendidikan konverter yang terpadu dalam pembelajaran
merupakan. Pergerakan nilai-nilai, diperalihkan kesadaran akan pentingnya
nilai-nilai dan internalisasi nilai
terhadap tingkah laku peserta didik sehari-hari.
Kegiatan pembelajaran bertujuan menjadikan peserta didik
menguasai kompetisi yang di targetkan, serta dirancang untuk menjadikan peserta
didik mengenal, peduli dan menginternaligasi. Nilai-nilai dalam bentuk perilaku
intergrasi pendidikan karakter pada mata pelajaran mengerah pada internalisasi nila-nilai
dalam tingkah laku sehari-hari melalui proses pembelajaran dari tahapan
perencanaan. Pelaksanaan dan penilaian.
Kegiatan ekstrakurikuler adalah
kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk
membantu pengembangan peserta didik
sesuai dengan kebetulan potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang
secara khusus diselenggarakan
oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang
berkemampuan dan berwenang di sekolah.
Visi kegiatan ekstrakurikuler adalah
berkembangnya potensi, bakat dan minat secara optimal. Selain itu, juga demi tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan
peserta didik yang berguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat ada dua
misi kegiatan yang dapat di pilih oleh peserta didik sesuai
dengan kebutuhan potensi, bakat dan minat mereka. Keduanya, menyelenggarakan
kegiatan yang memberikan kesempatan kepada peseta didik untuk mengekspresikan
diri secara bebas melalui kegiatan mandiri dan atau kelompok.
Kegiatan ekstrakurikuler selama
ini dipandang sebelah mata hanya sebagai pelengkap kegiatan
intrakurikuler. Padahal jika kegiatan ekstra ini didesain secara profesional
maka akan menjadi wahana efektif dalam melahirkan bakat terbesar dalam diri
anak dan tempat aktualisasi terhebat yang akan selalu di tunggu anak setiap saat. Oleh sebab itu ekstrakurikuler jangan hanya didesain biasa-biasa saja, tidak
menarik monoton, menjadi beban bagi anak, tidak ada nilai rekreasi dan
refresingnya, serta memusingkan kepala dan memberatkan beban anak. Ini yang
harus menjadi tantangan bagi kepala sekolah dalam memberdayakan ekstrakurikuler
ini secara maksimal efektif dan produktif bagi perkembangan karakter anak.
PENUTUP
Simpulan
Hakikat pendidikan karakter merupakan segala sesuatu
yang dilakukan oleh uru untuk memengaruhi karakter peserta didik. Guru membantu
membentuk keteladanan, cara berbicara atau menyampaikan materi yang baik,
toleransi, dan berbaai hal yang terkait lainnya. Berkaitan dengan penerapan di
sekolah dapat dilakukan dengan kegiatan pembelajaran di dalam kelas dan
kegiatan ekstrakurikuler. Selain kedua kegiatan tersebut dibutuhkan pula
metodologi yang efektif melalui pengajaran, keteladanan menentukan prioritas,
praksis prioritas dan refleksi.
Saran
Berdasarkan
simpulan di atas, maka saran/rekomendasi yang diajukan dirumuskan sebagai
berikut. Pendidikan karakter harus bisa dijalankan dengan baik, bukan hanya
sekedar wacana/slogan yang dirancangkan, tetapi pelaksanaannya dalam
pembelajaran memang harus ada.
Daftar Rujukan
Asmani, Ma’amur,
Jamai. 2011. Buku Panduan Internalisasi
Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Diva Press.
Ilahi, Takdir, Mohammad. 2014. Gagalnya Pendidikan Karakter.
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar